Xamarin iOS – Use UIWebView

Ya, sebenarnya panduan untuk menggunakan UIWebView pada Xamarin iOS sudah ada di https://developer.xamarin.com/recipes/ios/content_controls/web_view/load_a_web_page/. Tetapi khusus iOS9 dan ke atas terdapat permasalahan munculnya blank page setiap kali load suatu website. Sebagai contoh jika kita ingin melihat tampilan “http://xamarin.com/” (bukan https), maka yang kita harapkan adalah tampilan seperti berikut :

simulator-screen-shot-nov-27-2016-11-30-02-pm

Bukan tampilan blank page seperti berikut :

screen-shot-2016-11-27-at-11-27-07-pm

Blank page di atas akan menampilkan pesan

App Transport Security has blocked a cleartext HTTP (http://) resource load since it is insecure.
Temporary exceptions can be configured via your app's Info.plist file.

Pada “Application Output”-nya. Untuk mengatasi hal tersebut anda harus memodifikasi Info.plist anda agar aplikasi mengizinkan mengakses http. Buka file Info.plist (lebih baik dibuka dengan editor biasa seperti atom/sublime text). Tambahkan konfigurasi berikut di dalam tag <dict> induk :

<key>NSAppTransportSecurity</key>
<dict>
   <key>NSAllowsArbitraryLoads</key>
   <true/>
</dict>

Simpan perubahan tersebut lalu jalankan kembali aplikasi anda.. maka UIWebView sudah dapat menampilkan website dengan http kembali..

Happy coding…

Advertisements

React Native – ListView With Filter Header and Section Header

React Native – ListView With Filter Header and Section Header

Melanjutkan tulisan sebelumnya, kali ini kita akan mencoba menambahkan control untuk melakukan filter pada listview yang telah dibuat seperti gambar berikut :

screen-shot-2016-10-29-at-10-55-08-pm

Sebelum membuat sebuah screen seperti tampilan diatas, kita terlebih dahulu akan membuat sebuah screen yang terdiri dari ListView dan fitur untuk melakukan filter :

screen-shot-2016-10-26-at-3-43-04-pm

Untuk menambahkan component seperti gambar di atas, tambahkan header pada listview yang kita miliki dengan menambahkan code berikut pada code ListView :

         renderHeader={() =>
            <View style={styles.listview_header}>
              <TextInput style={styles.input}
                placeholder="Search..."
                onChangeText={(text) => console.log('searching for ', text)}
              />
            </View>
          }

Code di atas memasukkan code TextInput pada bagian header listview dimana jika diketikkan suatu karakter pada textinput tersebut, maka secara otomatis data pada listview akan difilter berdasarkan karakter yang kita ketikkan. Kok setelah diketik datanya masih belum ter-filter? Emang belum kita buat.. Untuk membuat fitur yang dapat melakukan filter data sesuai dengan data yang dimasukkan pengguna lakukan modifikasi code anda seperti berikut :

const data_array=[‘Music', ‘Movie', ‘Sport', 'Entertainment',];
const ds = new ListView.DataSource({rowHasChanged: (r1, r2) => r1 !== r2});

export default class SampleMenu extends Component {
  constructor(props) {
    super(props);
    //definition of listview datasource
    this.state = {
      dataSource: ds.cloneWithRows(data_array),
      filter_string:'',
    };
  }

Rubah code pada bagian constructor seperti code di atas. Apa yang kita lakukan pada perubahan tersebut?

  1. Meletakkan data yang akan ditampilkan pada ListView di luar constructor/class. Kenapa ini dilakukan?
      • Jika data array diletakkan di dalam constuctor, kita tidak dapat menggunakan data array untuk di filter.
      • Antara data array dan dataSource harus dipisahkan sebab ketika proses filter berlangsung maka dataSource akan diperbaharui sesuai dengan data array yang sudah di filter.
  1. Nilai ds kita lettakkan di luar constructor/class. Kenapa?
      • Untuk memperbaharui nilai pada dataSource, kita akan menggunakan nilai ds. Jika diletakkan di constructor kita jadi tidak bisa menggunakan data ds tersebut.

Selain melakukan modifikasi code di atas, kita juga perlu menambahkan code yang akan mengeksekusi proses filter data ketika user memasukkan nilai untuk filter. Perbaharui nilai renderHeader anda seperti code berikut :

 renderHeader={() =>
            <View style={styles.listview_header}>
              <TextInput style={styles.input} placeholder="Search..."
                onChangeText={(text) =>{
                  var rows = [];
                  for (var i=0; i < data_array.length; i++) {
                     var stateName = data_array[i].toLowerCase();
                     if(stateName.search(text.toLowerCase()) !== -1){
                       rows.push(data_array[i]);
                     }
                   }
                   this.setState({dataSource:ds.cloneWithRows(rows)});
                }}
              />
            </View>
          }

Pada code di atas terdapat penambahan pada fungsi “onChangeText”. Code yang kita tambahkan adalah code yang melakukan pengecekan masing-masing data terhadap keyword untuk filter data. Setelah mendapatkan kumpulan data yang sudah sesuai dengan keyword, maka nilai dataSource akan diperbaharui kembali dengan data yang sudah ada. Setelah menambahkan code tersebut aplikasi yang kita buat akan melakukan filter sesuai keyword yang dimasukkan.

screen-shot-2016-10-26-at-11-20-13-pm

Section Header

ListView menyediakan fitur untuk melakukan grouping pada tampilan ListView anda. Hal ini sering digunakan untuk ListView yang memiliki data cukup banyak. Kita akan membuat ListView dengan section header dengan tampilan akhir seperti berikut :

screen-shot-2016-10-29-at-10-55-08-pm

Halaman tersebut menyediakan sebuah ListView dengan Section Header dan fitur filter pada bagian atas ListView. Baiklah, pertama-tama kita harus merubah jenis data yang ada pada ListView. Lakukan perubahan pada variabel data_array yang sebelumnya telah dibuat menjadi seperti berikut :

  const data_array=[];
  data_array['Sport']=['Soccer','Moto GP','Others'];
  data_array['IT & Technology']=['IT','Technology','Science'];
  data_array['Entertainment']=['Music','Movie','Art'];
  data_array['Interest']=['Travel','Style','Fashion','Business'];
  data_array['News & Info']=['Politics','World','Phenomenon'];
  data_array['Health']=['Health','Food','Lifestyle'];

Pada data sebelumnya aplikasi hanya menggunakan data array biasa sedangkan untuk kasus membuat ListView dengan section header data harus di-grouping di masing-masing data. Setelah itu pada constructor anda lakukan perubahan data pada variabel “dataSource” :

      dataSource: ds.cloneWithRowsAndSections(data_array),

Pada code ListView tepatnya code renderSeparator, lakukan perubahan berikut :

 renderSeparator={(sectionId, rowId) => <View key={sectionId+rowId} style={styles.separator_style} />}

Karena dilakukan perubahan pada struktur data_array, maka metode pada fitur filter harus kita modifikasi. Ganti code pada event “onChangeText” pada “renderHeader” menjadi seperti berikut :

                   var rows = [];
                   for (var key in data_array) {
                     if (!rows[key]) {
                       rows[key] = [];
                     }

                     for (var i=0; i < data_array[key].length; i++) {
                        var stateName = data_array[key][i].toLowerCase();
                        if(stateName.search(text.toLowerCase()) !== -1){
                          rows[key].push(data_array[key][i]);
                        }
                      }

                      if(rows[key].length==0)
                        delete rows[key];
                   }

                   this.setState({dataSource:ds.cloneWithRowsAndSections(rows)});

Yang terakhir tambahkan code renderSectionHeader pada ListView anda seperti berikut :

          renderSectionHeader={(rowData,sectionId)=>
            <View style={styles.sectionHeader}>
              <Text style={styles.sectionHeaderText}>{sectionId}</Text>
            </View>
          }

Silahkan jalankan aplikasi, jika code yang anda masukkan sudah benar maka akan tampil halaman seperti gambar aplikasi yang diinginkan.

Masih ga jalan?? Silahkan lihat project lengkap dari tulisan ini di : https://github.com/sabithuraira/react_native_playground. Untuk code tulisan ini bisa dicek langsung di https://github.com/sabithuraira/react_native_playground/blob/master/application/components/SampleMenu.js

Happy coding..

React Native – Using ListView

React Native – Using ListView

Untuk menampilkan sekumpulan data kepada pengguna, aplikasi biasanya menggunakan tabel. Untuk aplikasi android sering digunakan ListView, iOS menggunakan UITableView dan pada react native kita akan menggunakan ListView. Kita akan coba membuat sebuah tampilan seperti pada gambar berikut :

screen-shot-2016-10-26-at-1-59-45-pm

Pertama-tama buatlah sebuah componen dengan code listview di dalamnya seperti berikut :

import React, { Component } from 'react';
import {
  StyleSheet, Text, View, ListView, TouchableHighlight,
} from 'react-native';

export default class SampleMenu extends Component {
  constructor(props) {
    super(props);
    //definition of listview datasource
    const ds = new ListView.DataSource({rowHasChanged: (r1, r2) => r1 !== r2});
    this.state = {
      dataSource: ds.cloneWithRows([
        'Music', 'Movie', 'Sport', 'Entertainment',
      ])
    };
  }

  render() {
    return (
      <View style={{flex: 1, paddingTop: 22,marginTop:45}}>
        <ListView style={styles.listview_style}
          dataSource={this.state.dataSource}
          renderRow={(rowData,sectionId,rowId) =>(
              <View style={styles.row}>
                <Text style={styles.row_style}>{rowData}</Text>
              </View>
          )}
        />
      </View>
    );
  }
}

const styles = StyleSheet.create({
  listview_style: {
    padding: 10,
    backgroundColor: '#F6F6F6',
  },
  row: {
    flexDirection: 'row',
    backgroundColor: 'white',
  },
  row_style: {
    flex: 1,
    fontSize: 15,
    textAlign: 'left',
    margin: 10,
  },
  separator_style: {
   flex: 1,
   height: StyleSheet.hairlineWidth,
   backgroundColor: '#8E8E8E',
  },
});

Code di atas akan menghasilkan interface seperti berikut :

screen-shot-2016-10-26-at-2-24-00-pm

Agar lebih enak dilihat tambahkan pembatas/separator pada setiap baris.

renderSeparator={(sectionId, rowId) => <View key={rowId} style={styles.separator_style} />}

Tambahkan code tersebut dibawah tag code “renderRow” pada ListView, maka tampilan listview akan berubah menjadi seperti berikut :

screen-shot-2016-10-26-at-2-31-40-pm

Selain menampilkan data, anda juga dapat menambahkan sebuah perintah yang dijalankan ketika pengguna memilih salah satu data. Pada contoh ini kita akan menampilkan sebuah pesan jika pengguna memilih salah satu data.

              <View style={styles.row}>
                <Text style={styles.row_style}>{rowData}</Text>
              </View>

Rubah code di atas menjadi seperti berikut :

            <TouchableHighlight onPress={() => {
                Alert.alert(
                  'Enter title here..',
                  'You click on '+rowData,
                );
            }}>
              <View style={styles.row}>
                <Text style={styles.row_style}>{rowData}</Text>
              </View>
            </TouchableHighlight>

Untuk memberikan respon ketika pengguna menekan suatu data, kita harus menggunakan component “TouchableHighlight”. Setelah menambahkan code tersebut maka ketika pengguna menekan salah satu data akan dijalankan fungsi “onPress”. Pada contoh ini aplikasi yang kita buat akan menampilkan pesan setiap kali pengguna menekan salah satu data.

screen-shot-2016-10-26-at-3-08-06-pm

Selesai, itulah contoh pengembangan aplikasi react native dengan listview sederhana..

Happy coding..

Xamarin iOS – Using UITabBarController

Xamarin iOS – Using UITabBarController

UITabBarController dapat digunakan untuk menyajikan beberapa controller dalam satu screen pada iOS. Bagaimana cara menggunakan UITabBarController pada iOS? dan bagaimana melempar suatu parameter ke seluruh tab yang ada?

Anda dapat menambahkan UITabBarController langsung pada file storyboard. Pilih control UITabBarController dan drag-drop pada storyboard (tambahkan segue agar terhubung dengan aplikasi yang telah dibuat sebelumnya).

screen-shot-2016-11-09-at-12-45-50-pm

Pada contoh di atas kita menghubungkan segue dari UITableCellView ke UITabBarController. Agar dapat membedakan antara UIViewController pada tab1 dan tab2, tambahkan sebuah label pada masing-masing UIViewController.

Tambahkan code berikut pada class “SimpleSource.cs” (lihat postingan Xamarin iOS sebelumnya/lihat pada code github) untuk memberikan sebuah perlakuan ketika pengguna melakukan click pada data :

 public override void RowSelected(UITableView tableView, NSIndexPath indexPath)
 {
     _controller.PerformSegue("TabBar", _controller);
 }

Dan tambahkan code berikut pada constructor-nya :

 //definition WelcomeController to get parent controller
 WelcomeController _controller;
 public SimpleSource(WelcomeController _controller, List<Player> datas)
 {
     this.datas = datas;
     this._controller = _controller;
 }

Jalankan aplikasi dan akan muncul tampilan seperti berikut :

uitabbar

Bagaimana cara melempar parameter di semua tab kemudian melakukan refresh pada semua tab tersebut? Mari tambahkan sebuah UIBarButtonItem pada TabController kita, dengan menambahkan code berikut pada class “TabController.cs” :

 public override void ViewDidLoad()
 {
     base.ViewDidLoad();
     this.InitializeBar();
 }

 private void InitializeBar()
 {
     UIBarButtonItem t1 = new UIBarButtonItem(
        UIBarButtonSystemItem.Add
        (s, e) =>
        {//this space will use for run procces when click
        }
     );

     NavigationItem.RightBarButtonItem = t1;
 }

Buatlah sebuah interface bernama “TabInterface.cs” yang akan di-extend oleh UIViewController pada setiap class pada Tab Bar, masukkan code berikut :

using System.Collections.Generic;

namespace ios_playground
{
   public interface TabInterface
   {
       void ReloadScreen(int click);
   }
}

Pada Tab1Controller.cs dan Tab2Controller.cs extend class “TabInterface” dan buat sebuah fungsi void ReloadScreen :

 public partial class Tab1Controller : UIViewController, TabInterface
 {
        string label_text = "Tab1";
        public Tab1Controller (IntPtr handle) : base (handle)

        {

        }

        public override void ViewWillAppear(bool animated)
        {
            base.ViewWillAppear(animated);
            this.Lbl_item.Text = label_text;
        }

        public void ReloadScreen(int click)
        {
            label_text = "Tab1 : You tab me " + click.ToString() + " time(s)";
            if (this.Lbl_item != null)
                this.Lbl_item.Text = label_text;
        }
    }

Tab2Controller.cs :

 public partial class Tab2Controller : UIViewController, TabInterface
 {
        string label_text = "Tab2";
        public Tab2Controller (IntPtr handle) : base (handle)
        {
        }

        public override void ViewWillAppear(bool animated)
        {
            base.ViewWillAppear(animated);
            this.Lbl_Item.Text = label_text;
        }

        public void ReloadScreen(int click)
        {
            this.label_text = "Tab 2 : You tab me " + click.ToString() + " time(s)";
            if (this.Lbl_Item != null)
                this.Lbl_Item.Text = label_text;
        }
    } 

Sekarang kembali pada TabController.cs, masukkan code berikut pada UIBarButtonItem yang telah dibuat sebelumnya :

 public override void ViewDidLoad()
 {
     base.ViewDidLoad();
     this.InitializeBar();
 }

 private int click_count = 0;
 private void InitializeBar()
 {
     UIBarButtonItem t1 = new UIBarButtonItem(
         UIBarButtonSystemItem.Add
         (s, e) =>
         {
             ++click_count;
             foreach (UIViewController temp in this.ViewControllers)
             {
                TabInterface pi = (TabInterface)temp;
                pi.ReloadScreen(click_count);
             }
         }
    );

    NavigationItem.RightBarButtonItem = t1;
 }

Berikut adalah tampilan aplikasi setelah dijalankan :

uitabbar2

Pada video tersebut kedua bar akan merefresh nilai label setiap kali di klik pada bar button “+” pada bagian atas..

Happy coding..

React Native – Understanding Navigator

React Native – Understanding Navigator

Dalam pengembangan aplikasi yang melibatkan beberapa screen, developer harus memperhatikan masalah navigasi. Bagaimana navigasi dengan Navigator pada react native bekerja dan bagaimana cara membuatnya?

Jika aplikasi anda terdiri lebih dari satu screen, anda harus mempertimbangkan mekanisme transisi satu screen ke screen yang lainnya. Proses navigasi pada react native dapat dilakukan dengan component Navigator. Sebagai contoh kita akan membuat aplikasi dengan tiga buah screen seperti tampilan berikut :

screen-shot-2016-10-30-at-3-27-21-pm

Contoh kasus pada aplikasi menggunakan Navigator terdiri dari tiga buah screen. Masing-masing screen akan membuka screen yang lain ketika melakukan sebuah perlakuan. Screen yang dibuka dari screen sebelumnya akan menyediakan sebuah tombol “Back” untuk kembali pada screen sebelumnya. Pertama-tama masukkan code berikut pada file root index index.ios.js atau index.android.js :

import React, { Component } from 'react';
import { AppRegistry, StyleSheet, Navigator, Text, View, TouchableHighlight} from 'react-native';

//import class yang akan dipanggil pada file lain
import WelcomePage from './application/components/WelcomePage';
import SampleMenu from './application/components/SampleMenu';
import DummyPage from './application/components/DummyPage';

class myfirstApp extends Component {
  renderScene(route, navigator) {
    console.log(route);
   // konfigurasi route.title dan route.index sesuai dengan route.name yang dipanggil
    if(route.name == 'root') {
      route.title='Welcome';
      route.index=0;
      return <WelcomePage navigator={navigator} />
    }

    if(route.name == 'samplemenu') {
      route.title='Example Menu Navigator';
      route.index=1;
      return <SampleMenu navigator={navigator} />
    }

    if(route.name == 'dummypage') {
      route.title='Dummy Page';
      route.index=2;
      return <DummyPage navigator={navigator} />
    }
  }

  render() {
    return (
        //memanggil component navigator
        <Navigator
          initialRoute={{name: 'root'}}
          renderScene={this.renderScene.bind(this)}
          //mendefinisikan navigationbar yang akan muncul pada header suatu screen
          navigationBar={
           <Navigator.NavigationBar
              style={{paddingTop: Navigator.NavigationBar.Styles.General.TotalNavHeight}}
             routeMapper={{
               LeftButton: (route, navigator, index, navState) =>
              {
                if (route.index === 0) {
                  return null;
                } else {
                  return (
                    <TouchableHighlight onPress={() => navigator.pop()}>
                      <Text style={styles.navbar}>Back</Text>
                    </TouchableHighlight>
                  );
                }
              },
               RightButton: (route, navigator, index, navState) =>
                 { return (<Text></Text>); },
               Title: (route, navigator, index, navState) =>
               {
                 return (
                     <Text style={styles.titlebar}>{route.title}</Text>
                 );
               },
             }}
            configureScene={(route, routeStack) =>
              Navigator.SceneConfigs.FloatFromBottom}
           />
        }
        />
    )
  }
}

const styles = StyleSheet.create({
  titlebar: {
    fontSize: 20,
    textAlign: 'center',
    margin: 10,
  },
  navbar: {
    fontSize: 20,
    textAlign: 'center',
    margin: 10,
    color:'blue',
  },
});

AppRegistry.registerComponent('myfirstApp', () => myfirstApp);

Secara default aplikasi memiliki route.name=“root” sehingga akan me-render pada component “WelcomePage”. Pada halaman WelcomePage ketika pengguna melakukan click pada button “Set ListView and Navigator Sample” maka akan menjalankan perintah berikut :

          this.props.navigator.push({name:’samplemenu'});

Pada code di atas akan mengacu pada class “myfirstApp” dimana mengacu pada route.name=“samplemenu”.

Push() and Pop()

Untuk keperluan navigasi halaman Navigator memiliki fungsi push() dan pop(). Fungsi push() digunakan untuk memanggil component itu sendiri. Pada contoh code di atas pada WelcomePage terdapat perintah :

 this.props.navigator.push({name:’samplemenu’});

Code di atas memanggil fungsi push({name:’samplemenu’}) dari navigator variabel Props-nya. Artinya fungsi tersebut akan memanggil component itu sendiri dengan parameter name=samplemenu. Siapa yang dimaksud “component itu sendiri”? Walaupun code tersebut dituliskan pada component WelcomePage, tetapi perlu diperhatikan bahwa WelcomePage sebenarnya berasal dari componen “myfirstApp”. Artinya penggunaan fungsi push() akan memanggil screen “myfirstApp” kembali tetapi dengan parameter name:”samplemenu”. Apa yang dijalankan ketika name:”samplemenu” ? Ketika class myfirstApp dipanggil dengan parameter name:”samplemenu”, maka akan melakukan eksekusi code berikut :

      route.title='Example Menu Navigator';
      route.index=1;
      return <SampleMenu navigator={navigator} />

Dengan kata lain anda akan melihat sebuah halaman baru dengan screen dari component “SampleMenu”.

Jika push() digunakan untuk memanggil screen baru maka fungsi pop() dapat dikatakan digunakan untuk melakukan “Back” ke screen sebelumnya. Fungsi pop() akan berjalan jika pengguna melakukan click pada tombol “Back” pada suatu halaman. Dimana fungsi pop() dipanggil? Di setiap tombol halaman “Back” tepatnya pada code berikut :

    LeftButton: (route, navigator, index, navState) =>
              {
                if (route.index === 0) {
                  return null;
                } else {
                  return (
                    <TouchableHighlight onPress={() => navigator.pop()}>
                      <Text style={styles.navbar}>Back</Text>
                    </TouchableHighlight>
                  );
                }
              },

Code di atas mendefinisikan “LeftButton” di setiap screen yang ditampilkan. Pada code di atas LeftButton akan menampilkan button dengan label “Back”. Tombol “Back” hanya akan muncul jika route.index!==0, artinya screen yang memiliki tombol back bukan screen induk dari aplikasi.

Itulah sedikit penjelasan tentang navigator pada React Native.. Happy coding..

Xamarin iOS – Using UITableView with Custom Cell

Xamarin iOS – Using UITableView with Custom Cell

Salah satu control yang cukup sering digunakan pada pengembangan aplikasi adalah table. Pada iOS table sering ditampilkan dengan menggunakan sebuah control bernama UITableView (bagi anda yang familiar dengan Android, control ini mirip dengan ListView). Bagaimana menggunakan UITableView pada Xamarin?

Anda dapat menambahkan UITableView yang dipilih dari “toolbox” dan memasukkannya ke dalam UIViewController. Pada tulisan ini saya akan menambahkan UITableView ke dalam WelcomeController yang sudah dibuat pada tulisan sebelumnya. Tampilan design storyboard setelah penambahan UITableView adalah sebagai berikut :

screen-shot-2016-11-02-at-12-30-37-pm

Beri initial pada UITableView yang sudah ditambahkan dengan nama “My_Table”. UITableView akan menampilkan sekumpulan data dimana setiap row data akan diletakkan pada sebuah UITableViewCell. UITableViewCell sendiri secara default sudah include di dalam UITableView seperti gambar berikut :

screen-shot-2016-11-02-at-12-49-20-pm

Setiap UITableView dapat memiliki beberapa jenis UITableViewCell yang memiliki tampilan berbeda-beda sesuai kebutuhan. Pastikan anda memberi identitas “identifier” pada setiap UITableViewCell agar dapat dikenali oleh aplikasi, pada contoh ini saya akan berikan identifier  pada cell saya dengan nama “Simple_Cell”.

UITableViewCell memiliki beberapa jenis tampilan untuk dipilih :

screen-shot-2016-11-02-at-12-52-36-pm

Jika anda memilih jenis selain “Custom” maka UITableViewCell akan memiliki tampilan simple  yang sudah memiliki format default dari iOS seperti berikut :

pizap-com14780667820401

Berikut adalah contoh membuat UITableView dengan tampilan “Right Detail”. Pertama-tama silahkan atur property UITableViewCell style anda dengan style “Right Detail”. Aplikasi yang kita buat akan membuat screen dengan sebuah UITableView yang akan menampilkan daftar nama football player beserta club-nya. Buat terlebih dahulu class model untuk Player, tambahkan sebuah class dengan nama “Player.cs” dan masukkan code berikut :

namespace ios_playground
{
   public class Player
   {
      private string name;
      private string club;

      public Player(string name,string club)
      {
          this.name = name;
          this.club = club;
      }

      public string Name
      {
           get { return this.name; }
      }

      public string Club
      {
           get { return this.club; }
      }
   }
}

UITableView akan menampilkan data source yang berasal dari class “UITableViewSource”. Class yang meng-extend UITableViewSource inilah yang akan mengeksuksi tampilan yang muncul pada setiap row data beserta event yang dilaksanakan pada setiap row. Buatlah sebuah class “SimpleSource” yang akan meng-extend class UITableViewSource dan masukkan code seperti berikut :

using System;
using System.Collections.Generic;
using Foundation;
using UIKit;

namespace ios_playground
{
   public class SimpleSource : UITableViewSource
   {
       //variable yang menyimpan list data
       List<Player> datas;
       //identifier cell yang akan ditampilkan
       string CellIdentifier = "Simple_Cell";

       public SimpleSource(List<Player> datas)
       {
           this.datas = datas;
       }

       public override nint RowsInSection(UITableView tableview, nint section)
       {
            return datas.Count;
       }

       public override UITableViewCell GetCell(UITableView tableView, NSIndexPath indexPath)
       {
            UITableViewCell cell = tableView.DequeueReusableCell(CellIdentifier);
            Player single_data = this.datas[indexPath.Row];

            if (cell == null)
            { 
                cell = new UITableViewCell(UITableViewCellStyle.Default, CellIdentifier); 
            }

            //konfigurasi data.Name ke textLabel sedangkan data.Club ditampilkan pada detailTextLabel
            cell.TextLabel.Text = single_data.Name;
            cell.DetailTextLabel.Text = single_data.Club;

            return cell;
        }
    }
}

Class di atas menampilkan row data class Player yang dikirim dari parameter constructor. Untuk menampilkan data tersebut pada UITableView WelcomeController, masukkan code berikut pada class “WelcomeController”.

        //definisikan variabel datas untuk menyimpan kumpulan data “Player”
        private List<Player> datas;

        public WelcomeController (IntPtr handle) : base (handle)
        {
           this.datas = new List<Player>();
        }

Pada class ViewDidLoad(), masukkan code berikut :

 this.datas.Add(new Player("Christiano Ronaldo", "Real Madrid"));
 this.datas.Add(new Player("Lionel Messi", "Barcelona"));
 this.datas.Add(new Player("Gareth Bale", "Real Madrid"));
 this.datas.Add(new Player("Zlatan Ibrahimovic", "Manchester United"));
 this.datas.Add(new Player("Mesut Ozil", "Arsenal"));

 //konfigurasi source table dengan class SimpleSource
 this.My_Table.Source = new SimpleSource(this.datas);

Code di atas menambahkan data Player ke dalam list, list yang sudah ada akan dilempar kedalam class “SimpleSource”. Tampilan berikut akan muncul setelah anda menjalankan aplikasi :

screen-shot-2016-11-02-at-2-08-02-pm

Custom UITableViewCell

Ada banyak kebutuhan dimana kita diharuskan menampilkan UITableViewCell dengan tampilan yang kompleks dan sering digunakan di berbagai tabel. Untuk mengatasi permasalahan tersebut kita dapat membuat sebuah custom UITableViewCell, berikut caranya.

Buatlah sebuah file “TableViewCell” baru :

screen-shot-2016-11-02-at-9-21-57-pm

Berilah nama “SimpleCustomCell” pada file tersebut. Setelah membuat SimpleCustomCell, maka akan terbentuk dua buah file yaitu “SimpleCustomCell.cs” sebagai class dari TableViewCell dan “SimpleCustomCell.xib” yang merupakan file UI dari TableViewCell. Buka data .xib dan buat UI seperti berikut:

screen-shot-2016-11-02-at-9-29-05-pm

TableViewCell terdiri dari tiga buah UILabel. Silahkan beri identitas nama pada masing-masing label: “label name” bernama “name”, “label club” bernama “club dan “label country” bernama “country”. Setelah memberi identitas masing-masing UILabel, berikan identitas “identifier” untuk UITableViewCell dengan nama “Custom_Cell”. Buka class “SimpleCustomCell.cs” dan masukkan code berikut :

using System;
using Foundation;
using UIKit;

namespace ios_playground
{
   public partial class SimpleCustomCell : UITableViewCell
   {
      protected SimpleCustomCell(IntPtr handle) : base(handle)
      {}

      public SimpleCustomCell() : base()
      {}

      //update row with current data
      public void UpdateCell(Player data)
      {
         Name.Text = data.Name;
         Club.Text = data.Club;
         Country.Text = data.Country;
       }
    }
}

Karena data player bertambah satu buah field yaitu field “Negara” maka tambahkan code berikut pada class Player:

 private string country;

 //lakukan perubahan pada constuctor
 public Player(string name,string club, string country)
 {
   this.name = name;
   this.club = club;
   this.country = country;
 }

 public string Country 
 { 
    get { return this.country; }
 }

Masukkan code berikut pada class “SimpleSource” :

using System;
using System.Collections.Generic;
using ObjCRuntime;
using Foundation;
using UIKit;

namespace ios_playground
{

  public class SimpleSource : UITableViewSource
  {
     List<Player> datas;
     NSString CellIdentifier = new NSString("Custom_Cell");

     public SimpleSource(List<Player> datas)
     {
        this.datas = datas;
     }

     public override nint RowsInSection(UITableView tableview, nint section)
     {
       return datas.Count;
     }

     public override UITableViewCell GetCell(UITableView tableView, NSIndexPath indexPath)
     {
        Player single_data = this.datas[indexPath.Row];
        SimpleCustomCell cell = tableView.DequeueReusableCell(CellIdentifier) as SimpleCustomCell;

        if (cell == null)
        {
           cell = new SimpleCustomCell();
           var views = NSBundle.MainBundle.LoadNib("SimpleCustomCell", cell, null);
           cell = Runtime.GetNSObject(views.ValueAt(0)) as SimpleCustomCell;
        }

        //update data cell
        cell.UpdateCell(single_data);
        return cell;
      }
   }
}

Berikut tampilan aplikasi setelah dijalankan :

screen-shot-2016-11-02-at-9-51-28-pm

Selamat mencoba.. Happy coding..

React Native – Understanding Props and State

React Native – Understanding Props and State

Selain Component dan JSX, dalam React Native anda juga akan sangat sering menemui Props dan State. Apa itu Props dan State?

Props

Dalam pengembangan aplikasi kita mungkin sering menggunakan parameter pada suatu fungsi. atau class. React native sendiri menyediakan sebuah opsi untuk mempermudah developer mengelola parameter pada suatu component yang disebut Props. Props sendiri bisa dibilang adalah sebuah parameter default yang dimiliki oleh suatu component dimana ketika anda memanggil sebuah component, anda dapat menentukan/insert nilai props untuk component tersebut. Sebagai contoh penggunaan props adalah seperti berikut :

//class ini akan menampilkan jumlah huruf yang ada pada
//suatu karakter.

class CountOfCharacter extends Component {
  constructor(props) {
    super(props);
  }

  render() {
    return (
        <Text style={styles.welcome}>
          //menampilkan jumlah huruf dari variabel props.text
          Count of character : {this.props.text.length}
        </Text>
    );
  }
}

Silahkan hapus baris komentar yang berawalan “//“.

Code di atas adalah salah satu contoh penggunaan props pada suatu component. Kita dapat memanggil class di atas dengan cara seperti berikut :

        <CountOfCharacter text=‘Text Saya' />

Pemanggilan tag tersebut akan mencetak tampilan “Count of character : 9”

Props digunakan untuk melempar parameter yang berasal dari luar class component/dari component yang memanggilnya. Props juga tidak mengizinkan modifikasi nilai props di dalam class component-nya dan pada teorinya penggunaan parameter memang tidak dirancang untuk dimanipulasi/diubah-ubah. Bagaimana jika alur aplikasi kita memerlukan data props untuk dimodifikasi? Anda dapat gunakan variabel lain atau gunakan “state”. Lalu bagaimana jika saya butuh variabel untuk mengelola informasi dalam suatu component? Anda juga dapat gunakan variabel lain atau gunakan “state”.

State

State bisa dibilang adalah variabel default yang dimiliki suatu component yang nilainya dapat diubah-ubah. Nilai pada state harus didefinisikan terlebih dahulu pada constructor suatu component. Berikut contoh penggunaan state:

Jika pada pemrograman C# atau Java sering ditemui pendefinisian variabel seperti berikut :

 private string name;
 private string address;

Pada react native mendefinisikan nilai tersebut di dalam state dengan cara seperti berikut :

constructor(props) {
    super(props);
    this.state = { name: ‘Sabit',address:'South Sumatera, Indonesia’ };
  }

Dengan ditanamkannya nilai this.state.name dan this.state.address, anda dapat menggunakan variabel tersebut di seluruh class component bersangkutan. Anda juga dapat merubah nilai dari state dengan cara seperti berikut :

 this.setState({name:new_value}) // code ini akan merubah nilai this.state.name
 this.setState({address:new_value}) // gunakan code ini untuk merubah this.state.address

Berikut adalah contoh aplikasi lengkap penggunaan state dan props :

import React, { Component } from 'react';
import {
  AppRegistry, StyleSheet, Text, TextInput, View
} from 'react-native';

export default class myfirstApp extends Component {
  constructor(props) {
    super(props);
    this.state = { text: '',text2:'Awesome' };
  }

  render() {
    let judul='React Native';
    return (
      <View style={styles.container}>
        <Text style={styles.welcome}>
          Welcome to {judul} {this.state.text2}!
        </Text>
        <TextInput
          style={{height: 40, margin: 15, padding: 10, 
            borderColor: 'gray', borderWidth: 1}}
          onChangeText={(text) => this.setState({text})}
        />
        <CountOfCharacter text={this.state.text} />
      </View>
    );
  }
}

//class ini akan menampilkan jumlah huruf yang ada pada
//suatu karakter
class CountOfCharacter extends Component {
  constructor(props) {
    super(props);
  }

  render() {
    return (
          //akan menampilkan jumlah huruf dari variabel props.text
        <Text style={styles.welcome}>
          Count of character : {this.props.text.length}
        </Text>
    );
  }
}

const styles = StyleSheet.create({
  container: {
    flex: 1,
    justifyContent: 'center',
    alignItems: 'center',
    backgroundColor: '#F5FCFF',
  },
  welcome: {
    fontSize: 20,
    textAlign: 'center',
    margin: 10,
  },
  instructions: {
    textAlign: 'center',
    color: '#333333',
    marginBottom: 5,
  },
});

AppRegistry.registerComponent('myfirstApp', () => myfirstApp);

Itu adalah contoh aplikasi untuk melakukan penghitungan huruf yang telah diinput. Tampilan dari aplikasi adalah sebagai berikut :

screen-shot-2016-11-02-at-11-19-26-am

Jika code anda sudah benar, maka akan tampil screen seperti gambar diatas.. Happy coding..

%d bloggers like this: